Senin, 19 Desember 2011

Kardus Bekas

Sahabat... mungkin cerita ini sering kita alami. Namun aqu ingin menuliskannya untuk sekedar mengingat kembali betapa petingnya mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah SWT kepada qt hingga detik ini...
Di baca ya sobat,, semoga bermanfaat.. ^^

Bermula ketika aq sedang duduk di depan RS tempat ku bekerja,,
Sekitar pukul ½ 10 malam aku pamit pulang dan seperti biasanya aku menunggu bpk di depan RS untuk menjemput aku (ini terpaksa karena angkot ke rumah ku sdh ngga ada kalw sudh kelewat malam...maaf ya pak, slalu merepotkan..). dari pada ngga ada kerjaan, sambil duduk aku membuka inbox di hp dan membaca satu persatu sms tausiyah yang pernah dikirim teman2. waktu terus berjalan dan bpk belum juga muncul, aku pikir mungkin bpk ada urusan sebentar. Lanjut aku kembali menghayati kata-kata indah itu. Masih menunggu.
Tak tahu dari mana datangnya, aku baru sedar kalau di sebelahku ada seorang bapak dengan gerobaknya. Sepertinya pemulung. Ku perhatikan ia, penampilannya lusuh, tampak jelas kelelahan di wajahnya. Aku terus memperhatikannya. tangannya sedang sibuk memilih-milih sesuatu. Masyaallah! Dengan sedikit kaget, aku menyadari bahwa aku sangat mengenal kardus2 yang ada di dalam gerobaknya. Itu adalah kardus yang di jadikan tempat sampah di apotek tempat ku bekerja. Sampah seharian yang isinya bermacam-macam. Ada kardus2 pembungkus obat, kertas2, plastik, makanan serta sampah2 lainnya yang sehari2 ada di apotek.
Kardus2 pembungkus obat itu sudah lecek terinjak2 dan menempel dengan kotoran2 lain. Dengan hati2 dan  penuh kesabaran, dirapikan dan dibersihkannya kembali kardus2 tsb. Satu demi satu. Lalu disimpan. Gerak geriknya seakan menganggap kardus2 itu adalah barang yang sangat berharga. Seakan tak ingin kehilangan. Melihat pemandangan itu, aku jadi terenyuh. Ketika berada di apotek, kardus2 yang tak terpakai itu hanyalah sampah di mataku, dibuang dan tak dipedulikan lagi. namun malam ini, setelah berbulan-bulan aku bekerja di sana, aku baru melihat kemana sampah itu berujung. Aku baru menyadari bahwa barang yang ku anggap sampah, yang tak berguna, yang ingin cepat2 disingkirkan,  ternyata menjadi sumber penghidupan bagi orang lain. Kardus2 itu sungguh berharga di mata bapak pemulung.
Aku sadar, bapak pemulung yang kulihat itu bukanlah satu2nya yang bernasib demikian. Banyak di luar sana yang jauh lebih sulit hidupnya. Mencari rizki di tempat2 yang tak layak, siang-malam, panas-hujan, mereka tempuh demi menyambung hidup dirinya dan juga keluarganya. Namun jika kita melihat keadaan kita, sungguh beruntung hidup yang kita jalani. Kita tak perlu melakukan apa yang dilakukan bapak pemulung itu dlm mencari sesuap nasi. Tak perlu menyusuri jalan dan memunguti satu persatu gelas plastik ataupun kardus bekas.
Sahabat... jika kita mengingat kembali satu-persatu nikmat yang telah kita rasakan, mari kita hitung berapa banyak dari nikmat2 tersebut yang kita lupa untuk mensyukurinya..? astagfirullahaladzim...
padahal Allah SWT pernah mengatakan, bahwa jika kita bersyukur, Ia akan menambah nikmat-nikmat tersebut..
Semoga kita termasuk orang2 yang senantiasa bersyukur ya sobat...amin. J
” Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?” (Q.S. Ar-Rahman : 13)
”Dan ingatlah ketika Tuhan-mu memaklumkan,”Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Q.S Ibrahim : 7)
Terima kasih ya Rabb atas segalanya...
by: kakak ku Utari Eka Rahayu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar